Jika kita hidup dengan pujian kita akan belajar menghargai. Jika kita hidup dalam kejujuran maka kita akan belajar membela keadilan. Jika kita hidup dengan penuh rasa aman, nyaman maka kita akan belajar menjadi hamba yang beriman dan kita akan selalu menjalankan perintah Tuhan.
Jika kita hidup dengan mendapatkan sebuah restu maka kita akan melakukan yang terbaik dalam setiap waktu. Jika kita hidup dibawah kecaman, hinaan, permusuhan maka kita akan belajar bagaimana cara untuk melawannya.
Jika kita hidup dengan saling bertoleransi maka kita akan menjadi orang yang selalu sabar, senantiasa berlapang dada kepada sesama. Jika kita hidup dengan motivasi maka kita akan menajdi orang yang percaya diri dan kita akan menyadari bahwa kita punya potensi.
Hidup ini di ibaratkan seperti menumpang minum, jadi rasanya kurang pas kalau kita menyia-nyiakan hidup yang singkat ini, kita harus bisa memahami bahwa kita bisa hidup di dunia ini adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa, kita harus bersyukur atau mensyukuri dengan apa yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Bukankah rasanya tidak pantas jika kita sampai saat ini menyia-nyiakan anugerah yang kita terima? memang ada kalanya kita lemah , kita down, kita drop dari kondisi seperti itulah atau kondisi lemah itu lah kita bisa belajar untuk bangkit, belajar untuk bisa lebih maju lagi.
Jangan selalu menyalahkan keadaan, jika di dalam hidup kita penuh dengan kerumitan dan permasalahan tetaplah sabar dalam mengalami permasalahan tersebut. Jika dirasa hidup kita amatlah berat maka anggaplah semuanya itu sebagai cobaan atau ujian yang diberikan olah Tuhan kepada kita. curhatkan semua masalah kita kepada Tuhan lambat laun pasti ada jalan keluarnya, mungkin saat ini Tuhan sedang mengajarkan kita akan arti dari sebuah kesabaran dan yakinkan diri kita mampu untuk menghadapi segala ujian yang Tuhan berikan kepada kita. Kalau ada kata sabar, pastinya tidak lepas dari kata ikhlas.
Sementara ini saja dulu dari saya, semoga bisa menambah wawasan bagi kita semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar